Buah Kerja Keras

Oleh: Juparno Hatta   

Usaha yang gigih adalah modal dasar untuk menjemput hari depan yang cerah.

5730317-lg12Sewaktu Rosid mengikuti ujian semester genap pada kelas II tahun 2008, dia mendapat rangking dua belas dari jumlah keseluruhan siswa/i MTs Negeri yang terdapat di Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo-Jambi, yang berjumlah tiga puluh dua orang, tetapi bagi laki-laki yang kesehariannya kelihatan kalem ini selalu berupaya semangat belajar. Dengan kata lain, dalam kamus hidupnya terdapat satu prinsip yakni pantang pulang sebelum api padam.

Ternyata usaha kerasnya tak sia sia, tepat pada waktu ujian kenaikan kelas III, anak ke empat dari bertiga saudara dalam keluarga bapak Muhammad dan Ibu Maimunah  ini meraih peringkat  yang lebih baik dari sebelumnya yakni peringkat ke empat, sontak ia merasa senang sekali. Bahkan pada waktu itu juga dia sujud syukur mencium tanah pertanda rasa puja pujinya terhadap Yang Maha Kuasa.

Selain mengisi waktu dengan belajar, rosid juga mengisi waktu sorenya dengan bermain bulu tangkis bersama teman-teman sebayanya, baik yang berdekatan rumahnya maupun yang agak jauh dari tempat tinggalnya.

Kisah pria kelahiran Empelu ini pun berlanjut pada kelas tiga, tepatnya pada waktu mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun 2009. Bagi banyak orang, ujian nasional adalah monster yang menakutkan, pasalnya, pada tahun 2009 standar kelulusan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya tahun 2008 yakni dari 4,5 menjadi 5,5. Tentu hal ini menyulitkan bagi siswa kelas tiga, tak terkecuali Rosid. Kenapa dianggap sulit, karena sekolah yang dia tempati masih terbilang ketinggalan. Mulai dari kualitas guru yang apa adanya, fasilitas sekolah yang tidak mendukung serta kesungguhan murid yang enggan giat belajar. Namun apalah daya, ujian tetap dilaksanakan karena menyangkut masa depan siswa/i nya. Akhirnya Rosid bersama teman lainnya melaksanakan juga. Sungguh berdebar sekali hati Rosid, begitu juga teman-teman lainya selama menunggu pengumuman hasil ujian tersebut.

Hari pengumuman pun tiba, ia pergi ke sekolah untuk melihat pengumuman kelulusan. Karena banyaknya orang tua siswa/i yang berdiri di depan papan pengumuman, ia pun memberanikan diri untuk menyelinap di tengah keramaian orang. Dia pun berkali-kali untuk mencari namanya di antara tiga puluh dua nama siswa/i lainnya, ternyata, nama nya terdapat di urutan paling buncit dengan keterangan LULUS.

Puji syukur, seketika itu juga Rosid pun meloncat kegirangan, tak terkecuali teman-teman lainya. Semua tidak ada yang tidak bahagia. Akan tetapi dia mendapat kabar buruk, karena terdapat satu orang siswa/i dinyatakan tidak lulus. Pada waktu itu juga Ia bersama teman-temannya berhenti tertawa ria dan lansung menemui siswa/i yang tidak lulus tadi (atas nama etika, tak disebutkan nama lengkapnya) untuk memberi motivasi agar tetap tegar dan selalu yakin akan ada jalan terbaik dalam hidupnya. Akhirnya, Rosid pun menikmati buah manis dari kerja kerasnya.

Wassalam,

01 Juli 2009

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.